Kamis, 24 Juli 2025

Gubernur Jateng: Tidak Boleh Ada Perundungan Saat MPLS


Gambar : ANTARA/HO-Pemprov Jateng
 

Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), tidak boleh ada praktik perundungan, kekerasan, maupun perlakuan tidak adil terhadap siswa baru.

Saat meninjau pelaksanaan MPLS di SMAN 1 Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Luthfi menyampaikan:

“Pada masa orientasi ini tidak boleh ada kekerasan. Boleh tegas, tapi tidak boleh keras. Lalu, jangan ada lagi bullying, apalagi tawuran. Kalau masih ada, laporkan kepada Gubernur,” katanya.

Luthfi juga mendorong siswa untuk berani melapor kepada guru Bimbingan dan Konseling (BK) jika menghadapi masalah pribadi, baik di rumah maupun di sekolah:

“Kalau ada permasalahan, baik masalah keluarga maupun teman, sampaikan kepada guru BP atau BK-nya,” ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan saling menghargai, tanpa membeda-bedakan berdasarkan fisik, latar belakang sosial, atau ekonomi:

“Tidak boleh menjelekkan orang lain, tidak boleh ‘mengata-ngatain’ teman. Semua di sini sama, untuk belajar,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta agar perangkat sekolah seperti OSIS, guru BK, dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) diaktifkan kembali untuk membantu membimbing siswa baru:

“Perangkat-perangkat sekolah harus mulai dihidupkan kembali, seperti kegiatan ekstrakurikuler, bimbingan dan konseling, OSIS, dan Patroli Keamanan Sekolah agar dapat menjadi teladan untuk membimbing adik tingkatnya,” jelas Luthfi.

Sumber : ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Penulis : ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Disunting Oleh : Akyas Dzakir Akrom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Timnas U-23 Indonesia Melaju ke Final ASEAN Cup Setelah Menang Adu Penalti atas Thailand

Gambar : AkarFakta (Instagram Timnas Indonesia) Jakarta, 25 Juli 2025 – Timnas U-23 Indonesia berhasil melaju ke babak final ASEAN Cup U-23...