Jumat, 16 Mei 2025

"Solo Menari 2025" Gaungkan Tari sebagai Medium Pelestarian Alam dan Penggerak Ekonomi Kreatif

 

Gambar : SindoNews


Solo, Akar Fakta - Festival Solo Menari 2025 sukses digelar pada Selasa (29/4/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Tari Dunia. Mengusung tema “Daun Menari”, festival ini menonjolkan nilai seni sebagai jembatan antara budaya, pelestarian lingkungan, dan ekonomi kreatif.

Lebih dari 2.000 penari dari berbagai daerah tampil serentak di berbagai titik strategis di Kota Solo. Panggung utama berada di Balai Kota Surakarta, sementara pertunjukan lainnya digelar di taman kota, ruang publik, dan pusat kebudayaan. Sebanyak 60 kelompok tari dari berbagai kota di Indonesia turut serta memeriahkan ajang tahunan ini. Festival juga diramaikan kegiatan edukatif seperti Jelajah Daun, berbagai workshop kreatif, sarasehan seni, dan Pasar Festival UMKM.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyatakan bahwa Solo Menari bukan hanya perayaan keindahan tari, tetapi juga memiliki makna yang lebih mendalam.

“Tema 'Daun Menari' merupakan refleksi tentang hubungan antara alam dan seni. Melalui gerak tari yang penuh makna, kita diingatkan untuk menjaga kelestarian alam sebagai warisan bagi generasi mendatang,” kata Astrid dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa ajang ini dapat menjadi ruang tumbuhnya kreativitas masyarakat sekaligus mendukung sektor ekonomi kreatif serta pariwisata kota.

“Seni tari bukan sekadar ekspresi budaya, tetapi juga model sosial yang mampu mendongkrak sektor ekonomi kreatif. Ini adalah tanggung jawab kita sebagai Kota Kreatif UNESCO di bidang seni dan kerajinan untuk terus melestarikan budaya serta menjadikannya daya tarik wisata nasional dan internasional,” tambahnya.

Festival ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Agustin Peranginangin, hadir mewakili Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Ia menyampaikan bahwa Solo Menari kembali masuk dalam 110 besar Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

“Solo Menari membuktikan diri sebagai event budaya yang berkualitas dan konsisten. Ini berkat kolaborasi pentahelix antara komunitas, pelaku seni, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat,” katanya.

Menurutnya, festival ini merupakan bagian penting dalam mendukung target nasional pariwisata 2025, yang mencakup 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara, 16 juta kunjungan wisatawan mancanegara, serta kontribusi pariwisata sebesar 4,6% terhadap PDB.

Hampir 2.000 penari tampil dalam berbagai aksi tari di seluruh penjuru Kota Solo. Selain pertunjukan, festival ini juga menyajikan pemutaran film, diskusi, dan kegiatan kolaboratif lain yang memadukan seni, budaya, pengetahuan, dan gaya hidup.

Di halaman Balai Kota Solo, Pasar Festival menjadi daya tarik tersendiri. Komunitas crafting, fesyen, artisan, serta pelaku UMKM lokal memamerkan dan menjual berbagai produk kreatif. Sambil menikmati pertunjukan, pengunjung juga dapat berburu cenderamata unik dan mendukung pelaku ekonomi lokal.

Festival Solo Menari 2025 diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya Kota Solo, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku industri kreatif setempat.

Maulida Az Zahra, Anak Petani dari Brebes yang Tembus 4 Universitas Bergengsi di Amerika

 


Gambar : Imam Suripto/detikJateng

Brebes, Akar Fakta - Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Maulida Az Zahra, siswi kelas XII MIPA MAN 1 Brebes. Putri bungsu dari pasangan petani asal Desa Jatimakmur, Kecamatan Songgom, Brebes ini berhasil diterima di empat universitas ternama di Amerika Serikat.


Ditemui di sekolahnya, Rabu (8/5/2025), Zahra menceritakan perjalanannya yang penuh tekad hingga berhasil meraih impian kuliah di luar negeri. Sejak SMP, ia sudah bercita-cita untuk menempuh pendidikan di luar negeri dan mulai aktif mengikuti kursus bahasa Inggris sebagai langkah awal.

"Awalnya saya rajin kursus bahasa Inggris sejak SMP karena memang cita-citanya ingin sekolah di luar negeri," ujar Zahra.

Dengan semangat tinggi, Zahra mendaftar ke enam universitas di Amerika Serikat. Hasilnya, ia dinyatakan diterima di empat kampus bergengsi:
  1. Brown University (jurusan Ekonomi, Ilmu Politik, dan Statistik)
  2. New York University – Stern School of Business (jurusan Bisnis)
  3. University of Pennsylvania (jurusan Filsafat, Politik, dan Ekonomi)
  4. Princeton University (jurusan Urusan Publik dan Internasional)
Sementara dua universitas lainnya, Babson College dan Columbia University, masih menunggu pengumuman akhir Mei 2025.

"Alhamdulillah, meskipun saya berasal dari keluarga petani dan lingkungan yang sederhana, Allah menuntun saya hingga bisa kuliah ke Amerika," ungkap Zahra penuh syukur.

Setelah diterima, Zahra mengajukan Beasiswa Garuda dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Berkat kelengkapan dokumen, kesiapan akademik, serta bimbingan dari guru-guru di MAN 1 Brebes, Zahra berhasil lolos sebagai penerima beasiswa.

"Selama dua tahun saya mempersiapkan diri secara intensif belajar bahasa Inggris, mengikuti tes internasional, menyusun portofolio, dan membuat personal statement yang mencerminkan visi saya," jelasnya.

Wakil Kepala MAN 1 Brebes, Amaludin, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Zahra. Ia berharap prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi siswa lain.

“Guru-guru terus mendampingi Zahra selama proses pendaftaran. Alhamdulillah berhasil. Harapan kami, kisah ini bisa menjadi motivasi bagi adik-adik kelas,” tutur Amaludin.

Paimo, Pemilik Leker Legendaris Semarang, Tutup Usia di Usia 58 Tahun

 


Gambar : Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng 


Semarang, Akar Fakta - Dunia kuliner Semarang berduka. Paimo, pemilik warung Leker Paimo yang telah menjadi ikon jajanan khas Semarang sejak 1978, meninggal dunia pada Kamis (10/4/2025) pukul 03.00 WIB di RS Tlogosari, Semarang. Almarhum wafat pada usia 58 tahun setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 10 hari. 

Pantauan detikJateng di rumah duka yang berlokasi di Kelurahan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah, tampak karangan bunga berjejer di depan rumah sebagai bentuk belasungkawa. Beberapa anggota keluarga dan kerabat masih berkabung atas kepergian sosok yang dikenal ramah ini. 

Salah satu keponakan almarhum, Edi Sasongko (27), membenarkan kabar duka tersebut. "Meninggalnya kemarin jam 03.00 WIB karena sakit. Sebelumnya sempat dirawat di RS Tlogosari selama sekitar 10 hari," ujarnya saat ditemui di rumah duka pada Jumat (11/4/2025). 

Setelah disemayamkan, jenazah Paimo dimakamkan di kampung halamannya di Purwodadi, Grobogan, pada Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB. Edi mengenang sosok Paimo sebagai pribadi yang baik dan gemar berbagi ilmu. “Beliau sering mengajari keluarga cara membuat kue leker,” kenangnya. 

Warung Leker Paimo yang biasanya dipadati pengunjung kini tutup sementara. Rencananya, warung tersebut akan kembali buka setelah masa tujuh harian. “Kemungkinan nanti akan diteruskan oleh istri beliau,” kata Edi. Duka juga dirasakan oleh warga sekitar, termasuk Ketua RT 4 RW 2 Kelurahan Jagalan, Diyan Kurniawan. 

Ia mengenal Paimo sebagai sosok dermawan dan peduli terhadap lingkungan. “Pak Paimo orangnya sangat baik, ramah, dan suka membantu. Kalau ada acara 17-an atau pembangunan masjid, beliau selalu ikut donasi,” ujar Diyan. 

Ia menambahkan, Leker Paimo telah menjadi bagian dari identitas kuliner Semarang. “Leker-nya enak dan legendaris. Saya baru 8 tahun tinggal di sini, tapi sudah jadi pelanggan tetap,” ungkapnya.

Kepergian Paimo menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan tetangga, tetapi juga bagi para pelanggan setia yang telah menjadikan Leker Paimo sebagai bagian dari kenangan mereka.


Rabu, 07 Mei 2025

Hari Buruh, Serikat Pekerja Rumah Tangga Merdeka: Pekerja Rumah Tangga Bukan Pembantu!

Gambar : Akar Fakta

Semarang, Akar Fakta - Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional pada Rabu, 1 Mei 2025, ratusan buruh menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Salah satu kelompok yang turut bersuara adalah Serikat Pekerja Rumah Tangga Merdeka, yang menyampaikan tuntutan terkait pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT). 

Dalam orasinya, Nur Khasanah, perwakilan Serikat Pekerja Rumah Tangga Merdeka, menyatakan bahwa selama lebih dari 20 tahun, tuntutan mereka tidak pernah mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun parlemen.

"Sudah 20 tahun tuntutan kami tidak digubris sama sekali, padahal kekerasan terhadap pekerja rumah tangga terus terjadi," tegas Nur.

Mereka menuntut pemenuhan hak-hak dasar sebagai pekerja, termasuk jam kerja manusiawi, upah layak, serta hak atas cuti dan tunjangan hari raya. Menurut Nur, banyak pekerja rumah tangga yang bekerja hingga 24 jam penuh tanpa istirahat yang layak, dengan bayaran yang sangat minim.

"Di antara kami ada yang bekerja 24 jam, tapi upah jauh dari kata layak," lanjutnya.

Nur juga menyoroti stigma sosial yang masih melekat pada profesi pekerja rumah tangga, yang sering kali dianggap "pembantu", bukan sebagai buruh profesional yang berhak atas perlindungan hukum.

"Orang-orang di DPR itu mayoritas majikan. Kalau kita protes, mereka malah membandingkan dengan pengalaman rumah tangga mereka sendiri," jelasnya.

Serikat Pekerja Rumah Tangga Merdeka berharap bahwa melalui aksi di Hari Buruh ini, suara mereka semakin didengar, dan perjuangan untuk pengesahan RUU PPRT segera membuahkan hasil demi keadilan dan perlindungan bagi seluruh pekerja rumah tangga di Indonesia.

Senin, 05 Mei 2025

Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bermasalah ke Pendidikan Militer, Psikolog Anak Beri Peringatan

 

Gambar: TribunJabar.id

Jawa Barat, Akar Fakta - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menerapkan program pendidikan militer bagi siswa SMA sederajat yang menunjukkan perilaku bermasalah. Sebanyak 40 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Purwakarta mengikuti pendidikan militer sejak Kamis (1/5/2025) di Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari. 

Dedi menjelaskan bahwa siswa yang mengikuti program ini adalah mereka yang perbuatannya sudah mengarah pada tindakan kriminal. 

Dedi Mulyadi mengatakan, “Kalau ada anak nakal, saya kirim ke barak militer. Itu bukan hukuman, tapi pembinaan agar mereka disiplin dan bertanggung jawab.”

Namun, kebijakan ini mendapat kritik dari psikolog anak, Stephani Raihana Hamdan, S.Psi, M.Psi. Stephani menilai bahwa perilaku bermasalah pada remaja bukanlah akar persoalan, melainkan hasil akhir dari berbagai proses yang kompleks. 

“Mungkin pertama saya perlu kasih gambaran bahwa ketika kita menghadapi ada anak atau remaja yang mengalami masalah perilaku, sebetulnya masalah perilaku itu akses terakhir gitu. Jadi hasil akhirlah,” kata Stephani kepada Tribunjabar.id, Rabu (30/4/2025) malam. 

Stephani menjelaskan pentingnya memahami faktor penyebab perilaku bermasalah, yang terbagi dalam dua kategori besar: faktor internal dan eksternal.

“Kalau lihat dari sisi individu si anak berarti kita perlu lihat misalnya kalau dari sisi psikologis itu pertama kemampuan dia dalam berpikir. Jadi kemampuan dia untuk memahami situasi, kemudian mempelajari aturan. Kemudian dan belajar untuk bisa menyelesaikan masalah atau problem solving, sejauh mana sih si anak ini biasa terlatih untuk berpikir rasional gitu. Nah, kalau anaknya enggak biasa terlatih jadi mudah sekali mengalami atau terbawa-bawa hingga menjadi masalah perilaku. Kemudian selain masalah berpikir juga biasanya di disebabkan di dalam diri individu si anak atau remaja itu faktor emosinya,” sambungnya. 

Anak-anak yang tidak terbiasa diajak berpikir kritis atau mengalami luka emosional-seperti merasa tidak disayang, diabaikan, atau mengalami trauma-lebih rentan menunjukkan perilaku negatif.

“Jadi secara emosi dia tidak matang, ketika ada masalah, ada stres yang dirasakan dia pelarian tadi ya. Misalnya jadinya mau nyoba-nyoba narkoba coba mungkin, jadi mabuk mungkin dan sebagainya. Sebetulnya bukan mabuknya tapi yang kita lihat, ternyata ketika kita ketahui dari sisi-sisi anak atau bukan anak misalnya remaja dalam hal ini biasanya tadi ada masalah emosi, ada masalah psikologis yang tidak terselesaikan gitu ya,” katanya. 

Sementara dari sisi eksternal, lingkungan keluarga dan sekolah turut berkontribusi besar. Pola asuh yang tidak konsisten-terlalu keras, terlalu memanjakan, atau bahkan abai-bisa membentuk karakter yang rapuh.

“Biasanya datang dari misalnya lingkungan keluarga yang juga bermasalah. Jadi misalnya pengasuhannya yang kurang baik. Terlalu keras mungkin pada anak atau kebalikannya selalu anaknya tuh di manja segala dikasih bisa gitu atau bisa juga anak yang diabaikan. Jadi anak yang mengalami sebetulnya kayak tidak jelas aturan di rumah misalnya, terlalu bebas gitu ya orang tuanya dari dulu anaknya diasuh sama gadget atau diasuh sama pembantu misalnya gitu ya yang enggak bisa ngapa-ngapain, enggak bisa ngedidik si anak misalnya. Sehingga dari sisi rumah atau dari sisi keluarga dalam hal ini pengasuhan itu ada pengasuhan yang salah,” paparnya. 

Faktor sekolah dan pergaulan pun tak kalah penting. Lingkungan teman sebaya, baik di dalam maupun luar sekolah, bisa menjadi pemicu perilaku menyimpang. 

“Jadi, ketika kita melihat ada anak atau remaja yang mengalami masalah perilaku, lihat dulu runut dulu. Kira-kira permasalahannya dikarenakan faktor yang mana,” lanjut Stephani.


Sumber: TribunJabar.id Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer, Psikolog Anak: Seperti Hukuman, Mereka Akan Dicap Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer, Psikolog Anak: Seperti Hukuman, Mereka Akan Dicap

Joki UTBK di ISBI Terungkap, Diduga Gantikan Peserta SNBT di Unpad Namun Tak Hadir


Gambar: tempo.co (Gedung Rektorat Universitas Padjajaran, Jatinangor. Doc: Unpad)

Jakarta, Akar Fakta - Tim Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Padjadjaran (Unpad) tengah menelusuri seorang terduga joki UTBK berinisial KD. KD sebelumnya kedapatan menjadi joki di Pusat UTBK Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Menurut Rafly Chalil, Koordinator Teknologi Informasi dan Komunikasi Pusat UTBK Unpad, KD dijadwalkan menggantikan dua peserta ujian SNBT di Unpad pada sesi 4 dan 16, namun tidak hadir pada kedua sesi tersebut. 

KD direncanakan menggantikan peserta berinisial JAM pada 24 April 2025 dan FABW pada 30 April 2025, keduanya memilih program studi kedokteran di perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah. Dari data kehadiran, KD tidak hadir di kedua sesi tersebut. Penelusuran ini dilakukan atas permintaan panitia pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025.

"Diminta menelusuri adakah data nomor peserta dan foto di data peserta Pusat UTBK Unpad. Setelah dicek, nomor peserta tersebut ada dan menggunakan foto yang mirip dengan KD." kata Rafly. Namun, pihak UTBK Unpad belum mengonfirmasi langsung kepada peserta apakah benar digantikan oleh joki karena peserta kemungkinan tidak akan merespons. 

Sebelumnya, Ketua Pelaksana UTBK-SNBT 2025 ISBI Bandung, Indra Ridwan, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan joki kedua pada 27 April 2025 pukul 06.15 WIB di sesi 9. Saat panitia mencetak kartu peserta, ditemukan kemiripan foto dengan peserta lain yang sudah mengikuti ujian di sesi 2.

Setelah ujian selesai, peserta tersebut dipanggil dan mengakui telah menggantikan dua peserta berbeda dalam dua sesi yang berlainan. Identitas joki tersebut juga berhasil diungkap dalam pendalaman yang disaksikan oleh Tim Pelaksana UTBK ISBI Bandung.

Simpang Lima Semarang Ramai CFD, Warga Nikmati Olahraga dan Kebersamaan



Gambar: Akar Fakta

Semarang, Akar Fakta – Kawasan Simpang Lima Semarang kembali dipadati warga dalam kegiatan Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi, 5 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat untuk berolahraga, bersantai, sekaligus berinteraksi sosial di ruang terbuka kota. 

Sejak pukul 06.00 WIB, jalan protokol di sekitar Simpang Lima ditutup dari kendaraan bermotor, digantikan dengan aktivitas warga yang berjoging, bersepeda, hingga mengikuti senam massal. Suasana tampak ramai namun tetap tertib.

“Setiap akhir pekan saya sempatkan datang ke CFD. Selain sehat, suasananya menyenangkan dan bisa ketemu teman-teman komunitas,” ujar Rini (34), warga Candisari, yang datang bersama rekan-rekan kelompok senamnya.

CFD juga menjadi ruang kreatif bagi para pedagang UMKM dan komunitas lokal. Stand makanan, minuman sehat, serta produk-produk kerajinan tangan turut memeriahkan suasana di sepanjang area trotoar.

Menurut Dinas Perhubungan Kota Semarang, CFD bukan hanya soal olahraga, tapi juga tentang gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Warga diimbau tetap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan selama kegiatan berlangsung.

“Kegiatan CFD ini rutin tiap Minggu, dan kami harap jadi sarana warga untuk hidup lebih aktif dan sehat,” ujar petugas Dishub yang berjaga di lokasi.

Car Free Day di Simpang Lima Semarang telah menjadi bagian penting dari budaya kota, mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana yang penuh energi positif dan kebersamaan.

Minggu, 04 Mei 2025

Semarang Night Carnival 2025: Parade Budaya Hingga Marching Band Polisi

 

Gambar : Akar Fakta

Semarang, Akar fakta – Ribuan warga memadati kawasan Titik Nol Kilometer Semarang sejak pukul 17.30 WIB untuk menyaksikan Semarang Night Carnival 2025, Sabtu (4/5). Meski acara baru dimulai dua jam kemudian, antusiasme masyarakat tak surut menyambut gelaran tahunan yang memadukan seni budaya dan atraksi spektakuler itu.

Karnaval yang digelar sebagai bagian dari rangkaian HUT Kota Semarang ke-478 ini menampilkan beragam pertunjukan budaya dari berbagai daerah, lengkap dengan kostum megah dan tata cahaya memukau. Tidak hanya parade budaya, penampilan marching band dari kepolisian turut menyedot perhatian penonton dengan koreografi dan aransemen musik yang atraktif.

Karnaval dimulai dari Titik Nol Kilometer dan melintasi ruas jalan protokol kota sebelum berakhir di kawasan Balai Kota Semarang. Sepanjang rute, penonton memenuhi trotoar dan area terbuka untuk menyaksikan rombongan karnaval yang melintas, disambut sorak sorai dan jepretan kamera.

Wali Kota Semarang dalam sambutannya mengatakan bahwa Semarang Night Carnival menjadi ajang untuk menunjukkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat. “Karnaval ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang ekspresi dan promosi potensi budaya daerah,” ujarnya.

Salah satu penonton, Musyaffa (21), mengaku rela datang lebih awal bersama keluarganya demi mendapatkan tempat terbaik. “Capek sih nunggu dari sore, tapi semua terbayar lihat karnavalnya. Kostumnya keren-keren dan musiknya seru banget,” tuturnya dengan antusias.

Pihak kepolisian dan dinas perhubungan turut mengamankan jalannya acara dan mengatur lalu lintas selama karnaval berlangsung, memastikan acara berjalan lancar dan aman bagi semua peserta dan pengunjung.

Penulis : Akyas DzakirAkrom
Editor : Sekar Awwaliyah Hussen

Timnas U-23 Indonesia Melaju ke Final ASEAN Cup Setelah Menang Adu Penalti atas Thailand

Gambar : AkarFakta (Instagram Timnas Indonesia) Jakarta, 25 Juli 2025 – Timnas U-23 Indonesia berhasil melaju ke babak final ASEAN Cup U-23...