Senin, 05 Mei 2025

Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bermasalah ke Pendidikan Militer, Psikolog Anak Beri Peringatan

 

Gambar: TribunJabar.id

Jawa Barat, Akar Fakta - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menerapkan program pendidikan militer bagi siswa SMA sederajat yang menunjukkan perilaku bermasalah. Sebanyak 40 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Purwakarta mengikuti pendidikan militer sejak Kamis (1/5/2025) di Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari. 

Dedi menjelaskan bahwa siswa yang mengikuti program ini adalah mereka yang perbuatannya sudah mengarah pada tindakan kriminal. 

Dedi Mulyadi mengatakan, “Kalau ada anak nakal, saya kirim ke barak militer. Itu bukan hukuman, tapi pembinaan agar mereka disiplin dan bertanggung jawab.”

Namun, kebijakan ini mendapat kritik dari psikolog anak, Stephani Raihana Hamdan, S.Psi, M.Psi. Stephani menilai bahwa perilaku bermasalah pada remaja bukanlah akar persoalan, melainkan hasil akhir dari berbagai proses yang kompleks. 

“Mungkin pertama saya perlu kasih gambaran bahwa ketika kita menghadapi ada anak atau remaja yang mengalami masalah perilaku, sebetulnya masalah perilaku itu akses terakhir gitu. Jadi hasil akhirlah,” kata Stephani kepada Tribunjabar.id, Rabu (30/4/2025) malam. 

Stephani menjelaskan pentingnya memahami faktor penyebab perilaku bermasalah, yang terbagi dalam dua kategori besar: faktor internal dan eksternal.

“Kalau lihat dari sisi individu si anak berarti kita perlu lihat misalnya kalau dari sisi psikologis itu pertama kemampuan dia dalam berpikir. Jadi kemampuan dia untuk memahami situasi, kemudian mempelajari aturan. Kemudian dan belajar untuk bisa menyelesaikan masalah atau problem solving, sejauh mana sih si anak ini biasa terlatih untuk berpikir rasional gitu. Nah, kalau anaknya enggak biasa terlatih jadi mudah sekali mengalami atau terbawa-bawa hingga menjadi masalah perilaku. Kemudian selain masalah berpikir juga biasanya di disebabkan di dalam diri individu si anak atau remaja itu faktor emosinya,” sambungnya. 

Anak-anak yang tidak terbiasa diajak berpikir kritis atau mengalami luka emosional-seperti merasa tidak disayang, diabaikan, atau mengalami trauma-lebih rentan menunjukkan perilaku negatif.

“Jadi secara emosi dia tidak matang, ketika ada masalah, ada stres yang dirasakan dia pelarian tadi ya. Misalnya jadinya mau nyoba-nyoba narkoba coba mungkin, jadi mabuk mungkin dan sebagainya. Sebetulnya bukan mabuknya tapi yang kita lihat, ternyata ketika kita ketahui dari sisi-sisi anak atau bukan anak misalnya remaja dalam hal ini biasanya tadi ada masalah emosi, ada masalah psikologis yang tidak terselesaikan gitu ya,” katanya. 

Sementara dari sisi eksternal, lingkungan keluarga dan sekolah turut berkontribusi besar. Pola asuh yang tidak konsisten-terlalu keras, terlalu memanjakan, atau bahkan abai-bisa membentuk karakter yang rapuh.

“Biasanya datang dari misalnya lingkungan keluarga yang juga bermasalah. Jadi misalnya pengasuhannya yang kurang baik. Terlalu keras mungkin pada anak atau kebalikannya selalu anaknya tuh di manja segala dikasih bisa gitu atau bisa juga anak yang diabaikan. Jadi anak yang mengalami sebetulnya kayak tidak jelas aturan di rumah misalnya, terlalu bebas gitu ya orang tuanya dari dulu anaknya diasuh sama gadget atau diasuh sama pembantu misalnya gitu ya yang enggak bisa ngapa-ngapain, enggak bisa ngedidik si anak misalnya. Sehingga dari sisi rumah atau dari sisi keluarga dalam hal ini pengasuhan itu ada pengasuhan yang salah,” paparnya. 

Faktor sekolah dan pergaulan pun tak kalah penting. Lingkungan teman sebaya, baik di dalam maupun luar sekolah, bisa menjadi pemicu perilaku menyimpang. 

“Jadi, ketika kita melihat ada anak atau remaja yang mengalami masalah perilaku, lihat dulu runut dulu. Kira-kira permasalahannya dikarenakan faktor yang mana,” lanjut Stephani.


Sumber: TribunJabar.id Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer, Psikolog Anak: Seperti Hukuman, Mereka Akan Dicap Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer, Psikolog Anak: Seperti Hukuman, Mereka Akan Dicap

Penulis: Salma Dinda Regina

Di Sunting Oleh: Sekar Awwaliyah Hussen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Timnas U-23 Indonesia Melaju ke Final ASEAN Cup Setelah Menang Adu Penalti atas Thailand

Gambar : AkarFakta (Instagram Timnas Indonesia) Jakarta, 25 Juli 2025 – Timnas U-23 Indonesia berhasil melaju ke babak final ASEAN Cup U-23...