Sabtu, 26 Juli 2025

Timnas U-23 Indonesia Melaju ke Final ASEAN Cup Setelah Menang Adu Penalti atas Thailand


Gambar : AkarFakta (Instagram Timnas Indonesia)

Jakarta, 25 Juli 2025 – Timnas U-23 Indonesia berhasil melaju ke babak final ASEAN Cup U-23 2025 usai menyingkirkan Thailand dalam laga semifinal yang berlangsung sengit di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat malam (25/7). Pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu, dan harus ditentukan lewat adu penalti yang dimenangkan Indonesia dengan skor 7-6.

Permainan berlangsung sangat ketat sejak babak pertama hingga tambahan waktu, dengan Thailand sempat mencetak gol lebih dulu melalui Yotsakon Burapha. Namun, Timnas Indonesia mampu menyamakan kedudukan lewat gol dari Jens Raven, menjaga asa untuk menembus final.

Pada babak adu penalti, keberanian dan ketenangan para eksekutor penalti Indonesia terbukti menentukan kemenangan. Hasil ini membuat Timnas U-23 Indonesia akan menghadapi Vietnam di partai puncak yang dijadwalkan pada Selasa, 29 Juli 2025, di tempat yang sama.

Kadek Arel, kapten Timnas U-23 Indonesia, mengungkapkan perasaannya usai laga yang mendebarkan ini:
"Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan bukti bahwa kami tidak mudah menyerah. Adu penalti memang penuh tekanan, tapi kami siap dan fokus untuk membawa nama Indonesia ke final. Kami akan berusaha sebaik mungkin melawan Vietnam nanti." ujarnya.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga menyampaikan apresiasi atas perjuangan para pemain yang sukses membawa Indonesia ke final. Ia menyebut hasil ini sebagai pencapaian luar biasa dan memberi semangat untuk laga penentu gelar.

Kemenangan dramatis ini menambah rasa percaya diri skuad Garuda Muda untuk kembali mengukir prestasi dan membawa pulang gelar juara ASEAN U-23 Championship 2025.

Edukasi Pemadam Kebakaran di Simpang Lima: Warga dan Anak-anak Antusias Belajar Atasi Kebocoran Gas di CFD

 


Gambar : Akar Fakta


Semarang, 20 Juli 2025 — Car Free Day (CFD) di Simpang Lima Semarang pada Minggu pagi berlangsung meriah dengan aksi edukasi dari Satuan Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Kegiatan bertajuk “Siaga Kebakaran Gas” ini menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari orang dewasa, ibu-ibu, hingga anak-anak, untuk belajar bersama cara penanganan kebocoran gas dan pemadaman api.

Antusiasme tampak dari kerumunan warga yang aktif mengikuti praktik langsung. Tidak hanya bapak-bapak dan pelaku usaha, para ibu-ibu dan anak-anak juga turut berpartisipasi memadamkan api dengan menggunakan kain basah maupun alat pemadam ringan. Petugas memberikan panduan sederhana dan memastikan seluruh peserta memahami langkah-langkah aman jika terjadi kebocoran gas di rumah.
Komandan Tim Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, S.H., M.A.P, menegaskan, “Kami ingin seluruh anggota keluarga paham cara bertindak saat terjadi kebocoran gas. Anak-anak pun bisa belajar sejak kecil untuk tidak panik dan mengenali tanda bahaya.”

Budi Santoso, seorang pengusaha kuliner yang hadir bersama keluarganya, mengapresiasi acara edukasi tersebut. “Saya sangat terbantu dengan edukasi ini. Anak-anak saya jadi paham agar tidak main api dan tahu apa yang harus dilakukan kalau ada bau gas. Keselamatan keluarga harus dipahami semua, bukan hanya orang tua,” ungkap Budi.

Selain demo praktik, peserta juga mendapatkan brosur panduan keselamatan dan nomor darurat yang bisa dihubungi. Diharapkan, edukasi seperti ini membuat setiap anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, siap siaga mencegah dan menanggulangi kebakaran akibat gas di rumah atau tempat usaha mereka.

Pemerintah Semarang Salurkan Dana Rp 2,5 Juta per RT Mulai Agustus 2025

 

Gambar : (SHUTTERSTOCK/MACIEJ MATLAK)

Semarang – Pemerintah Kota Semarang akan menyalurkan dana sebesar Rp 2,5 juta bagi setiap Rukun Tetangga (RT) mulai Agustus 2025. Dana ini diberikan sebagai bentuk dukungan untuk memperkuat peran RT dalam meningkatkan pelayanan serta kegiatan sosial di tingkat lingkungan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menjelaskan, “Dana sebesar Rp 2,5 juta per RT ini diharapkan dapat membantu RT dalam membiayai berbagai program pembangunan dan sosial yang bermanfaat bagi warga di masing-masing wilayah.”

Syarat Pencairan Dana:

  1. RT harus terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan verifikasi data melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Semarang.

  2. RT menjelaskan rencana penggunaan dana secara rinci dalam proposal yang diajukan ke kelurahan setempat.

  3. Proposal disetujui oleh lurah dan diteruskan ke DPMD untuk proses pencairan.

  4. Pelaporan penggunaan dana harus dilakukan secara transparan dan disampaikan ke kelurahan dan DPMD setiap enam bulan sekali.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Semarang, Eko Wahyudi, menambahkan, “Kami akan melakukan pendampingan terhadap pengelolaan dana ini agar dimanfaatkan secara tepat sasaran dan akuntabel sesuai harapan pemerintah dan masyarakat.”

Dana sebesar Rp 2,5 juta tersebut merupakan bagian dari program penguatan kapasitas RT yang telah dianggarkan di APBD 2025 Kota Semarang. Dana ini dapat digunakan untuk kegiatan seperti perbaikan fasilitas umum, pelaksanaan gotong royong, penyelenggaraan kegiatan sosial, dan penanggulangan masalah lingkungan setempat.

“Program ini untuk memperkuat peran RT sebagai ujung tombak pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat paling bawah,” ujar Wali Kota.

Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pengawasan penggunaan dana agar tujuan pemberdayaan lingkungan dapat tercapai secara maksimal.

Keracunan Massal 277 Siswa di NTT, DPR Soroti Program MBG

 

Gambar : CNN Indonesia/Elly

Kupang - Kasus keracunan massal yang menimpa sebanyak 277 siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi setelah mereka mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini tersebar di Kota Kupang dan Sumba Barat Daya pada pekan ini, dengan gejala yang dialami para siswa berupa sakit perut, muntah, pusing, mual, dan diare. Sebagian besar korban harus mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.

Komisi III DPR RI meminta Polda NTT menyelidiki penyebab keracunan massal ini secara menyeluruh, baik dari segi penyedia makanan maupun aspek hukum agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka juga menyoroti perlunya pengawasan program MBG agar tata kelola dan pelaksanaan jadi lebih matang.

Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat ini tengah melakukan pengecekan laboratorium dan pengujian sampel makanan dari dapur penyedia MBG. Sampel makanan disimpan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sudah diambil BPOM untuk diuji.

Menurut pemeriksaan awal, belum ada kepastian bahwa MBG adalah sumber keracunan karena pada hari kejadian beberapa siswa belum mengonsumsi menu MBG tersebut. Namun, ada laporan dari siswa dan guru adanya bau tidak sedap dan aroma basi pada makanan yang dibagikan sebelumnya.

Selain Kota Kupang, keracunan juga dilaporkan terjadi pada siswa SMA dan SMK di Tambolaka, Sumba Barat Daya, dengan total korban mencapai lebih dari 200 siswa pada beberapa sekolah berbeda. Dampak dari kasus ini menyebabkan pembekuan sementara aktivitas dapur MBG di beberapa lokasi.

Politisi DPR menyoroti kelalaian penyedia dan pengawasan program, meminta pengawasan diperketat dan seleksi penyedia lebih teliti demi menjamin keamanan makanan untuk peserta didik.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena sudah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, dan BPOM untuk mengusut kasus ini dan mengevaluasi tata kelola program MBG.

Singkatnya, kasus keracunan massal MBG NTT tengah dalam proses penyelidikan polisi dan pengujian laboratorium oleh BPOM, sementara pemerintah dan DPR meminta pengawasan dan tata kelola program diperbaiki agar kejadian serupa tidak berulang.

Makna Tradisi Ritus Hajat Bumi Pangandaran yang Digelar Saban Muharam

 

Gambar : Aldi Nur Fadiilah/detik.com

Pangandaran – Tradisi ritus Hajat Bumi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tetap dijaga dan dilaksanakan secara rutin tiap bulan Muharam sebagai bentuk syukur dan permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa oleh masyarakat setempat.

Menurut tokoh adat setempat, Hajat Bumi merupakan ritual tahunan yang mengandung makna spiritual mendalam, yakni ungkapan rasa syukur atas hasil panen dan anugerah alam yang berkelanjutan. Acara ini digelar dengan penuh khidmat dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, tokoh adat, dan warga, sebagai wujud kebersamaan dalam menjaga lingkungan dan warisan leluhur.

"Ritus ini bukan sekadar tradisi biasa, melainkan memuat pesan dimensi religius dan ekologis. Kita diajak untuk senantiasa menjaga kelestarian alam agar kehidupan bisa terus berlanjut," jelas salah satu tokoh adat, Pak Iwan, saat ditemui di lokasi acara.

Dalam pelaksanaannya, ada serangkaian prosesi yang diawali dengan doa bersama, upacara adat, dan kegiatan simbolik seperti penyucian tanah serta pembuatan gunungan hasil bumi yang diarak keliling desa. Semua ini menjadi sarana untuk menguatkan ikatan sosial dan meneguhkan komitmen masyarakat terhadap pelestarian budaya dan alam.

Selain aspek spiritual, tradisi ini juga menjadi momentum berkumpulnya komunitas lokal serta meningkatkan rasa solidaritas dan gotong-royong. Kepala Dinas Pariwisata setempat, Andi Sutrisno, menyatakan bahwa Hajat Bumi juga membantu menarik wisatawan untuk lebih mengenal kearifan lokal serta mendukung ekonomi masyarakat di Pangandaran.

“Ini adalah simbol harmoni manusia dengan alam yang terus kami lestarikan. Festival ini bukan hanya ritual, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan sumber keberlanjutan kehidupan masyarakat,” tambah Andi.

Tradisi Hajat Bumi terus berkembang dengan tetap mempertahankan nilai-nilai leluhur, sekaligus menjawab tantangan zaman melalui adaptasi dalam pelaksanaan yang lebih inklusif dan edukatif bagi generasi muda.

Mengapa Padel Kini Jadi Olahraga Favorit?

 

Gambar : Getty Images/Kanawa_Studio

BandungPadel menjadi olahraga yang sangat populer saat ini karena beberapa alasan utama. Pertama, padel mudah dimainkan oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang tua, sehingga sangat cocok sebagai olahraga rekreasi sehat bersama keluarga. Ukuran lapangan padel yang lebih kecil (20 meter x 10 meter) juga membuat olahraga ini lebih mudah dijalani, terutama bagi orang yang berusia di atas 40 tahun, karena tidak membutuhkan area gerak sebesar lapangan tenis.

Dari segi permainan, padel seru dan menyenangkan, dimainkan secara ganda yang memungkinkan Anda berolahraga sekaligus bersosialisasi dengan teman. Aturannya pun sederhana sehingga mudah dipahami bahkan bagi pemula yang belum pernah memegang raket sekalipun.

Selain itu, padel juga memberi manfaat kesehatan seperti meningkatkan kebugaran tubuh, mengurangi stres, dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Permainan ini memberikan kardio yang cukup tanpa terlalu membebani jantung, bahkan membantu pengendalian gula darah bagi penderita diabetes.

Faktor lain yang mendukung popularitas padel adalah dukungan infrastruktur yang semakin berkembang dengan banyaknya lapangan padel berstandar internasional serta komunitas padel yang aktif menggelar sesi latihan dan turnamen baik tingkat nasional maupun internasional. Komunitas yang kuat dan turnamen ini mendorong semakin banyak orang tertarik mencoba olahraga ini.

Selain segi sosial dan kesehatan, padel juga menjadi pilihan menarik karena suasana bermainnya yang intim dan interaktif di lapangan yang kecil, membuat pemain merasa lebih dekat dan terlibat dalam permainan.

Secara keseluruhan, padel mudah diakses, seru dimainkan, sehat, dan memiliki komunitas yang solid, menjadikannya olahraga yang potensial terus berkembang dan semakin diminati di Indonesia dan dunia.

Pemkot Semarang Siapkan Sekolah Rakyat di Rowosari, Dukung Akses Pendidikan Gratis

 

Gambar : (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang – Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, telah menyiapkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung akses pendidikan gratis dan inklusif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum terakomodasi oleh sistem pendidikan formal.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan bahwa proses pembangunan akan segera dimulai setelah mendapatkan arahan resmi dari pemerintah pusat. "Rencananya masih di Rowosari, pemerintah pusat memberikan pandangan bahwa sebaiknya tahun ini bangunannya sudah bisa berdiri, karena untuk pengisian sistem pendaftaran dan lain-lain ini sudah lama disiapkan. Yang paling penting sekarang adalah bangunannya dulu berdiri," katanya.

Pihak Pemkot Semarang saat ini sedang menunggu surat resmi dari pemerintah pusat terkait langkah-langkah teknis, khususnya dalam hal persiapan sumber daya manusia (SDM). "Kami sedang menunggu surat dari pemerintah pusat mengenai langkah praktis yang harus dilakukan. Apakah kami akan dilibatkan dalam perekrutan tenaga pendidik, atau nanti akan ada bantuan seperti guru dari pusat, ini masih dalam proses pembicaraan," jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu proses verifikasi data siswa kurang mampu dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai calon peserta didik Sekolah Rakyat. Verifikasi data ini dilakukan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) oleh Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Dinas Pendidikan setempat.

Sekolah Rakyat yang akan dibangun berlokasi di atas lahan seluas 6,5 hektare di Rowosari, yang sebagian masih berstatus lahan pertanian . Pemkot Semarang sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menyelesaikan legalisasi lahan tersebut . Sekolah ini nantinya akan melayani jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan target masing-masing enam rombongan belajar (rombel) untuk SD, dan tiga rombel untuk SMP serta SMA . Sekolah Rakyat ini akan berkonsep boarding school atau berasrama penuh, dan siswa yang terdaftar wajib tinggal di asrama dengan persetujuan orang tua.

Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat akan beroperasi sementara di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, dengan kuota awal masing-masing 50 siswa untuk SD dan 50 siswa untuk SMA . "Belum ada siswa yang mendaftar, karena surat edaran dari Kemensos baru saja diterima. Saat ini kami masih melakukan proses verifikasi faktual," pungkas Bambang . Pembangunan fisik bangunan ditargetkan sudah bisa berdiri pada tahun 2025, sementara seleksi penerimaan murid baru (SPMB) diperkirakan mulai aktif pada 2026.

Timnas U-23 Indonesia Melaju ke Final ASEAN Cup Setelah Menang Adu Penalti atas Thailand

Gambar : AkarFakta (Instagram Timnas Indonesia) Jakarta, 25 Juli 2025 – Timnas U-23 Indonesia berhasil melaju ke babak final ASEAN Cup U-23...