Pangandaran – Tradisi ritus Hajat Bumi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tetap dijaga dan dilaksanakan secara rutin tiap bulan Muharam sebagai bentuk syukur dan permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa oleh masyarakat setempat.
Menurut tokoh adat setempat, Hajat Bumi merupakan ritual tahunan yang mengandung makna spiritual mendalam, yakni ungkapan rasa syukur atas hasil panen dan anugerah alam yang berkelanjutan. Acara ini digelar dengan penuh khidmat dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, tokoh adat, dan warga, sebagai wujud kebersamaan dalam menjaga lingkungan dan warisan leluhur.
"Ritus ini bukan sekadar tradisi biasa, melainkan memuat pesan dimensi religius dan ekologis. Kita diajak untuk senantiasa menjaga kelestarian alam agar kehidupan bisa terus berlanjut," jelas salah satu tokoh adat, Pak Iwan, saat ditemui di lokasi acara.
Dalam pelaksanaannya, ada serangkaian prosesi yang diawali dengan doa bersama, upacara adat, dan kegiatan simbolik seperti penyucian tanah serta pembuatan gunungan hasil bumi yang diarak keliling desa. Semua ini menjadi sarana untuk menguatkan ikatan sosial dan meneguhkan komitmen masyarakat terhadap pelestarian budaya dan alam.
Selain aspek spiritual, tradisi ini juga menjadi momentum berkumpulnya komunitas lokal serta meningkatkan rasa solidaritas dan gotong-royong. Kepala Dinas Pariwisata setempat, Andi Sutrisno, menyatakan bahwa Hajat Bumi juga membantu menarik wisatawan untuk lebih mengenal kearifan lokal serta mendukung ekonomi masyarakat di Pangandaran.
“Ini adalah simbol harmoni manusia dengan alam yang terus kami lestarikan. Festival ini bukan hanya ritual, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan sumber keberlanjutan kehidupan masyarakat,” tambah Andi.
Tradisi Hajat Bumi terus berkembang dengan tetap mempertahankan nilai-nilai leluhur, sekaligus menjawab tantangan zaman melalui adaptasi dalam pelaksanaan yang lebih inklusif dan edukatif bagi generasi muda.
Sumber : detik.com
Penulis : detik.com
Penyunting : Sekar Awwaliyah Hussen

Tidak ada komentar:
Posting Komentar