Senin, 21 Juli 2025

Kisah Cinta di Balik Lumpia Semarang

 

Gambar : KOMPAS.com/ Sabrina Mutiara Fitri 

Semarang – Lumpia Semarang adalah hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang lahir dari pernikahan antara seorang pedagang Tionghoa dan perempuan Jawa pada akhir abad ke‑19.

Menurut buku Hidangan Lezat Semarang, asal mula lumpia berawal ketika Tjoa Thay Yoe, pendatang asal Tiongkok (Provinsi Fujian), membuka usaha makanan berisi daging babi dan rebung di Pasar Johar. Di tempat yang sama, Wasih, pedagang makanan asal Jawa, menawarkan makanan sejenis dengan bahan udang dan kentang. Akhirnya mereka pun saling jatuh cinta dan menikah. Dari kolaborasi keduanya lahirlah lumpia Semarang dengan isian rebung dan ayam/udang, tanpa menggunakan daging babi.

“Setelah menikah, mereka menciptakan makanan baru dengan menggabungkan unsur-unsur masakan Cina dan Jawa serta menghilangkan unsur babi.”

“Bukannya bersaing, mereka justru saling jatuh cinta hingga menikah. Sejak itulah keduanya meleburkan usaha dagang makanannya. Isi lumpia berkulit renyah itu diganti menjadi daging ayam atau udang yang dicampur rebung manis.”

Kuliner ini kemudian dipasarkan secara luas di Olympia Park, pasar malam zaman Belanda, hingga dikenal sebagai “lumpia”. Nama itu berasal dari kombinasi kata “lun” (melipat/gulung dalam bahasa Hokkien) dan “pia” (kue), mencerminkan makna “kue gulung”.

Ciri khas dan perkembangan

  • Perpaduan budaya
Lumpia Semarang adalah hasil kolaborasi resep antara tradisi Tionghoa dan rasa Jawa: isian yang manis serta kulit yang renyah menjadikan panganan ini unik dan khas.

  • Variasi dan warisan keluarga
Setelah usaha awal, anak dari pasangan pendiri seperti Tjoa Po Nio, Siem Gwan Sing, dan Siem Swie Kiem melanjutkan bisnis lumpia dengan membuka cabang di Jalan Mataram dan Gang Lombok. Varian seperti Lumpia Mbak Lien dan Lumpia Gang Lombok semakin populer.

  • Rasa dan tekstur khas
Ciri khas Lumpia Semarang meliputi kulit yang diolah tipis dan gurih, isi rebung yang manis, serta daging ayam atau udang yang gurih tanpa amis. Aroma dan rasa yang unik ini menjadikannya favorit berbagai generasi.

Sumber : KOMPAS.com

Penulis : KOMPAS.com

Disunting Oleh : Akyas Dzakir Akrom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Timnas U-23 Indonesia Melaju ke Final ASEAN Cup Setelah Menang Adu Penalti atas Thailand

Gambar : AkarFakta (Instagram Timnas Indonesia) Jakarta, 25 Juli 2025 – Timnas U-23 Indonesia berhasil melaju ke babak final ASEAN Cup U-23...