Gambar : Kementerian Kebudayaan/detik.com
Solo – Prosesi Kirab Malam 1 Suro yang digelar di Surakarta
kembali menjadi sorotan ketika Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa tradisi ini merupakan bagian
penting dari identitas budaya Jawa.
Acara berjalan khidmat pada malam 1 Suro atau Tahun
Baru Jawa, di mana prosesi kirab pusaka berlangsung di lingkungan Keraton
Surakarta Hadiningrat. Tradisi ini juga diikuti oleh masyarakat umum,
menandakan keterbukaan dan keberlanjutan budaya lokal.
Menurut
Fadli Zon, kegiatan ini bukan sekadar ritual, tetapi juga "magnet
kebudayaan yang menginspirasi" dan memiliki nilai simbolis yang mendalam:
“Harapan
kita bersama, kegiatan‑kegiatan budaya seperti ini yang berpusat di Keraton
Surakarta akan terus terawat, berkembang, semakin meriah. Dan terus menjadi
magnet kebudayaan yang menginspirasi,” ungkapnya.
Selama proses kirab, peserta melakukan tapa bisu (hening tanpa
suara) dan melepas alas kaki, sebagai wujud refleksi spiritual dan penghormatan
terhadap leluhur. Prosesi ini mencakup tradisi membawa kerbau pusaka Kyai Slamet mengitari
rute kota secara khidmat.
Kirab yang berlangsung di Keraton
Surakarta ini juga berbeda dengan prosesi di Pura Mangkunegaran. Kirab
Kasunanan biasanya dilakukan dini hari dan menelusuri rute lebih panjang,
mencerminkan makna mendalam bagi masyarakat setempat.
Sumber : Kementerian Kebudayaan/detik.com
Penulis : detik.com
Disunting Oleh : Sekar Awwaliyah Hussen

Tidak ada komentar:
Posting Komentar