Sabtu, 26 Juli 2025

Kenapa Kuliner di Blok M Semakin Menarik dan Selalu Viral?

 

Gambar : Iqbal Firdaus/kumparan

Jakarta  – Blok M kini semakin hidup sebagai distrik kuliner yang ramai dikunjungi. Keberhasilan kawasan ini memanfaatkan momentum media sosial membuat Blok M menjadi kata kunci pencarian terpopuler bagi pencinta kuliner, tidak hanya dari Jakarta tetapi juga dari luar kota.

Pengamat dan penulis buku kuliner, Kevindra Soemantri, menjelaskan dalam peluncuran Food Guide Blok M dan Sekitarnya bahwa Jakarta memiliki berbagai distrik kreatif dan kuliner unik, salah satunya Blok M yang harus lebih disuarakan sebagai destinasi makan-makan dan distrik. “Kita melihat Jakarta secara tata kota bisa dipetakan menjadi berbagai macam distrik kreatif, kuliner, dan kawasan-kawasan unik lainnya, sama seperti di negara-negara lain,” jelas Kevindra.

Menurut Gary Evano dari PUYO Group, salah satu pelaku bisnis kuliner di Blok M, perkembangan Blok M sempat terpuruk saat pandemi, namun berubah total dengan kehadiran MRT sebagai game changer pertama. “Game changer kedua adalah Taman Literasi. Taman ini mengundang traffic tinggi dan mengubah customer behavior di Blok M. Yang tadinya mungkin datang ke Blok M cuma mau ke suatu tempat yang spesifik, habis selesai makan sudah, sekarang Blok M menjadi tempat orang buat hangout seharian, dari makan siang sampai malam,” ujar Gary.

Gary juga menambahkan, konektivitas Blok M termasuk yang terbaik di Indonesia, dengan terminal bus sejak lama dan MRT yang memperkuat daya tarik kawasan ini. “Konektivitas Blok M dari dulu termasuk yang paling bagus, terminal bus, sekarang ditambah MRT, membuat Blok M jadi sangat menarik untuk semua orang bahkan greater Jakarta, seperti Tangerang, Bekasi, Bogor menjadikan Blok M sebagai melting pot dan itu juga yang membuat pelanggan Blok M menjadi sangat diverse,” tambahnya.

Kawasan sekitar Blok M, seperti Panglima Polim yang dulunya residensial, juga mulai banyak tempat komersil dan ikut mendapat perhatian dari pelanggan Blok M. Lucky, pemilik Brookland Coffee di Panglima Polim, mengamati bahwa pelanggan Blok M umumnya memiliki sifat FOMO (tak mau kelewatan tren). “Customer Blok M mereka kebanyakan yang FOMO, mereka nyobain, dan sudah enggak balik lagi. Curiosity mereka tinggi banget, sementara di Brookland sudah daily customer yang sudah punya timeline tersendiri,” ungkapnya.

Kevindra menyarankan pentingnya komunitas yang kuat di Blok M sebagai penopang keberlangsungan bisnis kuliner di sana. “Komunitas Blok M itu kuat, sehingga bisnis kuliner di Blok M sendiri bisa hidup dengan karakternya masing-masing. Inilah keunikan Blok M dibandingkan distrik-distrik lain seperti Glodok yang sangat mengakar, dan Menteng yang nostalgic,” pungkas Kevindra.

Dengan berbagai faktor seperti konektivitas, keberadaan taman literasi, komunitas kuat, ragam pelanggan yang beragam, serta dukungan dari pelaku bisnis kreatif, Blok M berhasil menjadi kawasan kuliner yang menarik dan selalu viral di Jakarta pada tahun 2025.

Sumber : kumparan.com
Penulis : kumparan.com

Penyunting : Sekar Awwaliyah Hussen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Timnas U-23 Indonesia Melaju ke Final ASEAN Cup Setelah Menang Adu Penalti atas Thailand

Gambar : AkarFakta (Instagram Timnas Indonesia) Jakarta, 25 Juli 2025 – Timnas U-23 Indonesia berhasil melaju ke babak final ASEAN Cup U-23...