Jumat, 25 Juli 2025

Pemkot Semarang Pastikan Tidak Ada Beras Oplosan di Pasar

 



Gambar :  (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa peredaran beras di wilayah tersebut masih aman dan sesuai standar. Hingga kini, tidak ditemukan beras oplosan di lapangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar tradisional dan ritel modern. Sidak dilakukan pada tanggal 18 dan 21 Juli 2025 oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan Kota Semarang, dengan melibatkan lintas instansi seperti Polrestabes Semarang, Satpol PP, Bappeda, Inspektorat, dan Bagian Perekonomian.

Pengawasan difokuskan di titik-titik distribusi utama, seperti Pasar Dargo yang dikenal sebagai sentra beras, serta beberapa ritel seperti Superindo, Alfamidi, dan ADA Swalayan. Aniceto menjelaskan, "Hasilnya, Alhamdulillah tidak ditemukan beras oplosan. Semuanya sesuai dengan instruksi yang sudah ada di peraturan Badan Pangan Nasional. Kadar airnya juga tidak menyimpang, timbangannya juga cukup. Alhamdulillah, Kota Semarang aman."

Selain itu, pengecekan juga melibatkan petugas metrologi legal dengan alat uji kadar air dan timbangan untuk memastikan tidak ada pelanggaran terkait standar kualitas dan kuantitas beras yang beredar di pasar.

Meski begitu, Aniceto mengakui harga beras medium non-SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di Kota Semarang masih relatif tinggi, yakni di kisaran Rp13.500-14.000 per kilogram, melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp12.500 per kg. Ia menyampaikan, "Kota Semarang ini kan bukan penghasil beras. Sehingga untuk beras medium, harganya memang agak tinggi dibanding daerah lain. Ini yang menjadi perhatian kita. Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk mencari solusi, termasuk potensi subsidi."

Aniceto juga mengimbau masyarakat agar tetap cermat dan teliti dalam membeli beras, terutama dengan maraknya isu beras oplosan. Ia menyarankan, "Kalau ingin beras berkualitas baik dan murah, masyarakat bisa membeli beras SPHP yang sudah dijamin standarnya oleh Bulog."

Untuk menjaga keamanan distribusi beras secara berkelanjutan, Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan akan rutin melakukan monitoring dan pengawasan pasar setiap bulan sebagai bagian dari program pengendalian pangan di Kota Semarang.

Sumber : jateng.antaranews.com

Penulis : jateng.antaranews.com

Penyunting : Sekar Awwaliyah Hussen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Timnas U-23 Indonesia Melaju ke Final ASEAN Cup Setelah Menang Adu Penalti atas Thailand

Gambar : AkarFakta (Instagram Timnas Indonesia) Jakarta, 25 Juli 2025 – Timnas U-23 Indonesia berhasil melaju ke babak final ASEAN Cup U-23...